1 · Tujuan & karakteristik
- Tujuan: mengelompokkan objek (orang, perusahaan, produk) ke kelompok yang manageable memakai atribut pengelompok tertentu
- Anggota satu cluster sangat mirip; antar cluster berbeda berarti
Cluster selalu terbentuk, walau struktur ‘sebenarnya’ ada atau tidak.
2 · Alur metodologi
- Ambil p variabel pada n objek → matriks n×p
- Ubah jadi matriks similaritas n×n (pasangan objek)
- Pilih algoritma pengelompokan
Dasar: similarity (kesamaan) atau dissimilarity (ketidaksamaan). Ukuran similaritas: ukuran jarak · koefisien korelasi · koefisien asosiasi.
3 · Matriks jarak contoh (7 objek, 2 variabel)
| A | B | C | D | E | F | G | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| V1,V2 | 3,2 | 4,5 | 4,7 | 2,7 | 6,6 | 7,7 | 6,4 |
| A | 0 | 3,16 | 5,10 | 5,10 | 5,00 | 6,40 | 3,61 |
| B | 0 | 2,00 | 2,83 | 2,24 | 3,61 | 2,24 | |
| C | 0 | 2,00 | 2,24 | 3,00 | 3,61 | ||
| D | 0 | 4,12 | 5,00 | 5,00 | |||
| E | 0 | 1,41 | 2,00 | ||||
| F | 0 | 3,16 |
Pasangan paling mirip (jarak terkecil) digabung lebih dulu: E–F (1,41).
4 · Metode hierarkis (linkage)
| Metode | Jarak antar cluster |
|---|---|
| Single (nearest neighbor) | jarak terpendek dua anggota |
| Complete (furthest neighbor) | jarak terjauh |
| Average (between-groups) | rata-rata semua pasangan |
| Ward (error sum of squares) | meminimalkan variasi dalam cluster |
| Centroid | jarak antar centroid (pusat) |
Agglomerative: n objek → n−1 tahap (10 objek: 9 tahap; 15 industri: 14 tahap). Tiap tahap mengurangi 1 cluster.
5 · Dendrogram (single linkage, 7 objek)
- Dendrogram menunjukkan urutan & jarak penggabungan; angka bulat = urutan tahap
- Makin ke kanan = penggabungan makin tidak mirip
6 · Non-hierarkis & input analisis
Non-hierarkis: sequential threshold parallel threshold optimizing
Hal terkait input:
- Satuan yang digunakan → jika skala/satuan berbeda, standardisasi (variabel besar mendominasi jarak)
- Adanya outlier
- Variabel pengelompok (menentukan hasil)
- Dependensi antar variabel
7 · Menentukan jumlah cluster
- Peneliti telah menetapkan jumlahnya
- Berdasar variabilitas error (deviasi dari pusat cluster) lewat koefisien aglomerasi
- Berdasar kemudahan interpretasi
Tahap 1: objek 8 & 15 digabung (koef. 0,773) = pasangan paling mirip. Koefisien naik terus karena yang digabung makin berbeda.
8 · Interpretasi cluster (contoh 15 UKM)
Pend. = pendapatan (miliar Rp); Prod. = jumlah produk. Cluster 1 = perusahaan 4,6,7,8,9,10,11,15.
Centroid = rata-rata tiap variabel dari anggota cluster; lalu beri nama sesuai profil & tujuan studi.
| Cluster | Kary. | Pend. | Usia | Prod. |
|---|---|---|---|---|
| 1 (4,6-11,15) | 33,50 | 2,27 | 3,31 | 3,38 |
| 2 (1,2,12,14) | 49,25 | 1,73 | 6,75 | 3,75 |
| 3 (3,5,13) | 47,33 | 4,23 | 4,50 | 6,33 |
- C1: perusahaan baru berkembang
- C2: mulai menurun performansinya (usia tertinggi)
- C3: sedang berkembang (pendapatan & produk tertinggi)
9 · Validasi
- Bandingkan hasil algoritma berbeda
- Bagi sampel menjadi dua
- Pakai variabel yang tidak dipakai untuk mengelompokkan
- Simulasi
10 · Cluster vs teknik lain
| Bandingan | Fokus / titik awal |
|---|---|
| Cluster | mereduksi data objek; mulai dari grup belum berdiferensiasi, lalu dibuat sub-grup yang dapat dibedakan |
| Faktor / komponen utama | mereduksi variabel |
| Diskriminan / logit | mulai dari grup yang sudah jelas (well defined); pertanyaan: bagaimana grup dibedakan |
- Jika tidak ada label grup → cluster
- Jika grup sudah berlabel (mis. gagal bayar/lancar) → diskriminan / regresi logistik
- Jika ingin meringkas variabel → analisis faktor