1 · Definisi penelitian
- Krishnaswamy (2006): penyelidikan sistematik dan kritis untuk memahami fenomena atau memecahkan masalah
- Sekaran & Bougie (2013): usaha sistematik & terorganisasi menyelidiki masalah spesifik / fenomena. Jika jawaban sudah ada di literatur, bukan penelitian
- Riset = inquiry terorganisasi, sistematis, berbasis data, kritis, ilmiah. Riset ilmiah = langkah logis + metoda rigorous (identifikasi masalah, kumpulkan & analisis data, simpulan valid)
- Alasan penting: sistem terintegrasi = bentuk teknologi → menghasilkannya perlu sains & penelitian → dipakai juga untuk bekerja, bukan hanya pendidikan
- Dalam kerja: pendekatan penelitian memungkinkan solusi yang efektif; thesis = bentuk penelitian formal
2 · Basic vs applied
| Basic (fundamental) | Applied | |
|---|---|---|
| Tujuan | memahami fenomena, bangun teori umum | memecahkan masalah tertentu saat ini |
| Pemicu | curiosity | need / problem |
| Hasil | theory / explanation | product / services / method |
| Sifat | neutral, public domain | purposive, private domain |
| Berlaku | umum | spesifik |
| Sukses | publikasi jurnal; norma absolut | berguna bagi keputusan sponsor; norma sponsor |
| Sebutan | Discovery | Invention |
3 · Jenis penelitian (Kumar 2011)
Aplikasi: pure / appliedTujuan: descriptive, correlational, explanatory, exploratoryMode of enquiry: quantitative / qualitative
| Jenis | Tema |
|---|---|
| Descriptive | gambarkan secara sistematis situasi, masalah, fenomena, program |
| Correlational | temukan / tetapkan ada tidaknya hubungan atau saling-ketergantungan |
| Explanatory | jelaskan mengapa & bagaimana hubungan terbentuk |
| Exploratory | area yang belum banyak diketahui / uji kelayakan (feasibility, pilot study) |
4 · Kuantitatif vs kualitatif
| Kuantitatif | Kualitatif | |
|---|---|---|
| Filosofi | rasionalisme | empirisme (pengalaman indrawi) |
| Pendekatan | terstruktur, kaku, predetermined | tak terstruktur, fleksibel, terbuka |
| Tujuan | kuantifikasi variasi | deskripsi variasi |
| Variabel | ukur / klasifikasi | deskripsi |
| Sampel | besar | sedikit kasus |
| Fokus | sempit, banyak responden | banyak isu, sedikit responden |
| Nilai | reliability & objectivity (value-free) | authenticity (tak klaim value-free) |
| Topik | prevalence, extent; regularitas & teori | pengalaman, makna, persepsi, perasaan |
| Analisis | frekuensi, cross-tab, statistik | identifikasi tema |
| Laporan | analitis, inferensi | deskriptif, naratif |
5 · Ilmu & metoda ilmiah
- Ilmu = pengetahuan tersusun konsisten, kebenarannya teruji empiris. Pragmatisme: hipotesis diterima selama tak ada fakta yang menolak; cari kebenaran yang bermanfaat, bukan absolut
- Metoda ilmiah = prosedur sistematis mendapat ilmu; penelitian = operasionalisasi metoda ilmiah; karya ilmiah = demonstrasi argumen penalaran
- 5 langkah: perumusan masalah → kerangka berpikir → hipotesis → pengujian → kesimpulan
- Berpikir: speculative (pengalaman, intuisi) vs critical / analytical (teliti, mendalam); ilmiah didominasi analytical
- Analytical: redefinition (istilah tepat, tak ambigu), explication (bahasa simbolik), illustration (arti sesuai penggunaan)
proporsi cacat = (item cacat / item total) × 100%contoh explication
6 · Deduktif vs induktif
| Isi | |
|---|---|
| Deduktif | umum → khusus; silogisme (premis mayor, premis minor, kesimpulan); tepat jika premis benar & kesimpulan valid; matematika; hypothetico-deductive (Popper): kerangka teoritis → hipotesis → deduksi; mode kuantitatif |
| Induktif | khusus (banyak kasus individual) → umum; mulai dari data / fakta → hipotesis & teori; mode kualitatif |
| Gabungan | logico-hypothetico-verifikatif: hipotesis dari induksi, diperiksa dengan deduksi |
Empirical science (fisika, biologi, sosial) → hypothetico-deductive; formal science (matematika) → metode aksiomatik.
7 · Ciri riset & alur penelitian ilmiah
- Dimulai dari pertanyaan · perlu rencana · pertanyaan jelas · selesaikan masalah utama lewat subproblem · ikuti arahan hipotesis · terkait fakta & interpretasi · melingkar
1 Deskripsi masalah2 Kerangka teoritis3 Hipotesis4 Metodologi5 Hasil6 Kesimpulan & saran
Deskripsi masalah: latar belakang, identifikasi, pembatasan, perumusan, tujuan, kegunaan. Rumusan baik = setengah jawaban.
8 · 9 karakteristik penelitian
| Purposiveness | tujuan jelas, terfokus |
| Rigor | cermat, teliti, konsisten; teori & metodologi kokoh |
| Testability | hipotesis dapat diuji secara logis dengan data |
| Replicability | dapat diulang di situasi serupa |
| Accuracy | tingkat kepercayaan |
| Precision & confidence | presisi = kedekatan dengan realitas (confidence interval); confidence = probabilitas estimasi benar (confidence level) |
| Objectivity | simpulan dari analisis data, bukan emosi / opini |
| Generalizability | lingkup keberlakuan; hasil terapan biasanya terbatas |
| Parsimony | penjelasan sederhana lebih disukai |
9 · Kesulitan & norma absolut
- Sulit 100% ilmiah (ukur hal subyektif: feelings, attitudes, perception); tak semua kriteria terpenuhi; sampel representatif sulit
| 5 norma absolut | |
|---|---|
| Universalism | dinilai dari kaidah ilmiah, bukan individu / organisasi / negara; bukti bisa ditantang |
| Organized skepticism | jangan terima gagasan baru tanpa pertimbangan kritis |
| Disinterestedness | netral, terbuka, tak fanatik |
| Communalism | pengetahuan milik bersama; metodologi dijelaskan rinci; diakui setelah dikaji & dipublikasi |
| Honesty | jujur di semua aspek |
10 · Riset engineering & sikap peneliti
- Engineering = aplikasi sains pada sistem nyata untuk manfaat manusia; ikuti metode ilmiah, verifikasi independen oleh pakar lain
- Thiel (2014): berlaku pada sistem manusia, practical outcomes, bermanfaat bagi kemanusiaan, berdasar etika, pertimbangkan lingkungan, uji berstandar industri
- Penelitian baik: tujuan jelas · proses rinci · rancangan seksama · batasan disampaikan jujur · etika tinggi · temuan jernih · simpulan terjustifikasi
- Sikap peneliti: berdasar fakta; cari teori yang tak terbantahkan; sadar bisa salah (simpulan sementara); terbuka kritik & koreksi; bangun model dari teori yang diterima luas
- Thesis: mampu temukan masalah, susun metode, jalankan untuk dapat solusi, beri rencana implementasi
11 · Cone of science
12 · Filsafat ilmu
| Cabang | Tanya | Isi |
|---|---|---|
| Ontologi | apa yang dikaji | hakikat objek; ilmu pilih probabilitas; asumsi |
| Epistemologi | bagaimana mendapat ilmu | metoda ilmiah & penulisan ilmiah |
| Aksiologi | untuk apa ilmu | ilmu & moral, tanggung jawab ilmuwan |
| Kriteria kebenaran | Arti |
|---|---|
| Religi | kebenaran ilahiyah, landasan iman |
| Pragmatis | terbukti empiris / berguna praktis |
| Korespondensi | sesuai objek faktual |
| Koherensi | konsisten dengan pernyataan benar sebelumnya (matematika: aksioma → teorema) |
- Sumber pengetahuan: wahyu · intuisi · fakta (induktif / empiricism) · rasio (deduktif / rationalism)
- Berpikir filsafat: menyeluruh, fundamental (skeptis), spekulatif (pilih yang andal)
- Sarana berpikir ilmiah: bahasa, penalaran, matematika (deduktif) & statistika (induktif, uji hipotesis)
- Asumsi: Newton (zat, gerak, ruang, waktu mutlak) vs Einstein (relatif, E=mc2). Syarat: relevan & operasional, dari keadaan sebagaimana adanya, konsisten & eksplisit
- Asumsi LP: divisibility, proportionality, additivity, certainty, non-negative
- Batas ilmu: terbatas pengalaman yang dapat dibuktikan; benar / salah, bukan baik / buruk; spesialisasi
13 · Evaluasi alat ukur
Valid = mengukur konsep yang ingin diukur. Reliable = konsisten / andal.
14 · 5 tingkat AI
1 LLM2 Agentic3 Multi agent4 AGI5 ASI
LLM: pahami & hasilkan teks (ChatGPT, Gemini, Claude). Agentic: rencanakan & jalankan tugas mandiri. Multi agent: beberapa agen terspesialisasi bekerja sama. AGI: kognitif setara / melampaui manusia. ASI: jauh melampaui manusia tercerdas.
15 · Teori, hipotesis, prediksi
- Teori (≈ theoretical model) = model segmen dunia nyata yang terobservasi; abstraksi hasil pendekatan rasional + empiris
- Understanding = pengetahuan tentang interaksi antar komponen sistem (teori)
- Prediction = kemampuan memperkirakan nilai / perilaku suatu unit atau beberapa unit, dan mengantisipasi kondisi sistem keseluruhan
- Syarat teori ilmiah: koheren dengan teori sebelumnya + korespondensi dengan fakta empiris (cocok data tapi bentrok teori mapan = baru korespondensi)
- Hipotesis = perkiraan (prediksi) yang kebenarannya dibuktikan dengan data; disusun deduktif dari premis yang sudah benar
- Rasionalisme itu pluralistik: banyak premis → banyak penjelasan untuk satu objek