Cheat Sheet Materi 1

TI5003 / Pemodelan dan Berpikir Sistem · System Thinking

1 · Sistem

  • Sistem = elemen + interaksi + tujuan, terorganisasi jadi satu kesatuan
  • Ackoff: keseluruhan yang jika dibagi jadi bagian independen kehilangan sifat/fungsi esensialnya
  • Kumpulan ≠ sistem (mis. pasir berserakan di jalan)
LINGKUNGAN SISTEM (di dalam batas) Proses transformasi elemen + interaksi + tujuan Input Output Umpan balik = kontrol

2 · System of Systems (SoS)

  • Ciri (Maier): operational independence + managerial independence
  • Tiap constituent system (CS) punya pemilik, tujuan, lifecycle sendiri
  • Kemampuan SoS = emergent dari interaksi CS, bukan jumlah kinerja CS
  • Kompleks ≠ SoS: pesawat bukan SoS, Air Transportation System adalah SoS

3 · Berpikir sistem & batas

  • Senge (1990): melihat hubungan antar komponen & pola perubahan, bukan potret statis
  • 2 keputusan: batas (boundary) & skala (kerincian)
  • Batas terlalu ketat → komponen penting terlewat. Terlalu luas → terlalu banyak komponen
ER = (Nbaru × waktu teoretis per bagian) / waktu riel total Motor drive: lama 4×3/160 = 7,5% · baru 4×3/46 ≈ 26% (naik ≈3,5×). Akar masalah: desain, bukan operator.

Dryer lambat & boros energi → perbesar batas jadi washer + dryer: biang masalah = air sisa dari washer.

4 · Kompleksitas

hubungan potensial = e(e−1)/2
status on-off = 2e
e123456
hubungan01361015
status248163264

Level Boulding: 1 kerangka struktural (bagan org.) · 2 clockwork (perlu kendali luar) · 3 cybernetic (termostat, self-regulation) · 4 sel (terbuka, memelihara diri) · … 7 manusia · 8 sistem sosial

Simple: elemen sedikit, interaksi terorganisasi, status tetap, cenderung tertutup. Complex: sebaliknya, subsistem punya tujuan parsial.

5 · Tipologi masalah

PartisipanCiri
Unitaryminat sama, nilai sepaham, setuju tujuan & cara
Pluralistminat dasar sama, nilai beda, masih bisa kompromi
Coercivetak ada minat sama, kompromi tak mungkin
  • Simple-unitary: tujuan mudah ditetapkan, model terstruktur
  • Complex-unitary: tujuan, subsistem, koordinasi, kendali, kebijakan
  • Coercive: sumber kekuatan mudah diidentifikasi
  • Complex-pluralist → SSM Checkland

6 · Mengapa systems thinking?

Reduksionisme (urai → selesaikan → gabung): jumlah solusi parsial ≠ solusi terbaik sistem. The whole > sum of parts.

  • Aswan Dam: schistosomiasis naik, lumpur subur hilang → pupuk → salinisasi, sarden hancur, eceng gondok
  • Jalan baru: mobil pribadi lebih kompetitif → angkutan umum turun → macet naik
  • Biaya/unit rendah: produksi maksimal → persediaan numpuk & usang
  • 9 dari 10 mega proyek gagal target waktu/biaya/manfaat (Flyvbjerg)

7 · Learning organization

Systemsthinking Sharedvision Mentalmodels Personalmastery Teamlearning

Systems thinking = disiplin ke-5 yang menyatukan semuanya, tapi bukan obat mujarab.

8 · 11 hukum systems thinking (Senge)

  1. Masalah hari ini dari solusi kemarin
  2. Makin keras mendorong, makin keras sistem mendorong balik
  3. Perilaku membaik dulu, baru memburuk
  4. Jalan keluar mudah → balik ke masalah sama
  5. Obat bisa lebih buruk dari penyakit (ketergantungan)
  6. Lebih cepat = lebih lambat
  7. Sebab & akibat tak dekat dalam waktu/ruang
  8. Perubahan kecil, hasil besar (titik ungkit tak jelas)
  9. Bisa dua-duanya, tapi tidak sekaligus
  10. Membagi gajah ≠ dua gajah kecil
  11. Tidak ada yang disalahkan (tak ada “di luar”)

9 · 7 hambatan belajar

I am my positionThe enemy is thereIllusion of taking chargeFixation on eventsParable of the boiled frogDelusion of learning from experienceMyth of the management team

Boiled frog: perubahan lambat tak terasa → ukur & evaluasi perubahan proses. Enemy is there: akibat I-am-my-position.

10 · Dynamic complexity (Sterman)

dynamictightly coupledgoverned by feedbacknonlinearhistory-dependentself-organizingadaptivecounterintuitivepolicy resistanttrade-offs
  • Nonlinear: efek jarang sebanding dengan penyebab
  • Trade-off: daya ungkit rendah → membaik sementara lalu memburuk; daya ungkit tinggi → worse-before-better
  • Belajar lambat: eksperimen terkendali mahal/tak etis, sistem tak setimbang, tindakan tak bisa dibalik
  • Virtual world: struktur diketahui, eksperimen terkendali, umpan balik lengkap & cepat

11 · Feedback loop

R B Positif (self-reinforcing) Negatif (self-correcting)

Semua dinamika sistem berasal dari interaksi dua jenis loop ini. Osilasi muncul dari loop negatif + delay.

12 · Hard vs Soft (Pidd)

HardSoft
Fokusoptimizinglearning
Masalahlugas, terdefinisiproblematik, pluralistik
Organisasidianggap givendinegosiasikan
Modelmewakili dunia nyatauntuk debat & wawasan
Luaranproduk / rekomendasikemajuan lewat pembelajaran

Dirangkum dari slide kuliah TI5003. Cocokkan lagi dengan slide untuk detail lengkap.