1 · Sistem
- Sistem = elemen + interaksi + tujuan, terorganisasi jadi satu kesatuan
- Ackoff: keseluruhan yang jika dibagi jadi bagian independen kehilangan sifat/fungsi esensialnya
- Kumpulan ≠ sistem (mis. pasir berserakan di jalan)
2 · System of Systems (SoS)
- Ciri (Maier): operational independence + managerial independence
- Tiap constituent system (CS) punya pemilik, tujuan, lifecycle sendiri
- Kemampuan SoS = emergent dari interaksi CS, bukan jumlah kinerja CS
- Kompleks ≠ SoS: pesawat bukan SoS, Air Transportation System adalah SoS
3 · Berpikir sistem & batas
- Senge (1990): melihat hubungan antar komponen & pola perubahan, bukan potret statis
- 2 keputusan: batas (boundary) & skala (kerincian)
- Batas terlalu ketat → komponen penting terlewat. Terlalu luas → terlalu banyak komponen
Dryer lambat & boros energi → perbesar batas jadi washer + dryer: biang masalah = air sisa dari washer.
4 · Kompleksitas
status on-off = 2e
| e | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| hubungan | 0 | 1 | 3 | 6 | 10 | 15 |
| status | 2 | 4 | 8 | 16 | 32 | 64 |
Level Boulding: 1 kerangka struktural (bagan org.) · 2 clockwork (perlu kendali luar) · 3 cybernetic (termostat, self-regulation) · 4 sel (terbuka, memelihara diri) · … 7 manusia · 8 sistem sosial
Simple: elemen sedikit, interaksi terorganisasi, status tetap, cenderung tertutup. Complex: sebaliknya, subsistem punya tujuan parsial.
5 · Tipologi masalah
| Partisipan | Ciri |
|---|---|
| Unitary | minat sama, nilai sepaham, setuju tujuan & cara |
| Pluralist | minat dasar sama, nilai beda, masih bisa kompromi |
| Coercive | tak ada minat sama, kompromi tak mungkin |
- Simple-unitary: tujuan mudah ditetapkan, model terstruktur
- Complex-unitary: tujuan, subsistem, koordinasi, kendali, kebijakan
- Coercive: sumber kekuatan mudah diidentifikasi
- Complex-pluralist → SSM Checkland
6 · Mengapa systems thinking?
Reduksionisme (urai → selesaikan → gabung): jumlah solusi parsial ≠ solusi terbaik sistem. The whole > sum of parts.
- Aswan Dam: schistosomiasis naik, lumpur subur hilang → pupuk → salinisasi, sarden hancur, eceng gondok
- Jalan baru: mobil pribadi lebih kompetitif → angkutan umum turun → macet naik
- Biaya/unit rendah: produksi maksimal → persediaan numpuk & usang
- 9 dari 10 mega proyek gagal target waktu/biaya/manfaat (Flyvbjerg)
7 · Learning organization
Systems thinking = disiplin ke-5 yang menyatukan semuanya, tapi bukan obat mujarab.
8 · 11 hukum systems thinking (Senge)
- Masalah hari ini dari solusi kemarin
- Makin keras mendorong, makin keras sistem mendorong balik
- Perilaku membaik dulu, baru memburuk
- Jalan keluar mudah → balik ke masalah sama
- Obat bisa lebih buruk dari penyakit (ketergantungan)
- Lebih cepat = lebih lambat
- Sebab & akibat tak dekat dalam waktu/ruang
- Perubahan kecil, hasil besar (titik ungkit tak jelas)
- Bisa dua-duanya, tapi tidak sekaligus
- Membagi gajah ≠ dua gajah kecil
- Tidak ada yang disalahkan (tak ada “di luar”)
9 · 7 hambatan belajar
Boiled frog: perubahan lambat tak terasa → ukur & evaluasi perubahan proses. Enemy is there: akibat I-am-my-position.
10 · Dynamic complexity (Sterman)
- Nonlinear: efek jarang sebanding dengan penyebab
- Trade-off: daya ungkit rendah → membaik sementara lalu memburuk; daya ungkit tinggi → worse-before-better
- Belajar lambat: eksperimen terkendali mahal/tak etis, sistem tak setimbang, tindakan tak bisa dibalik
- Virtual world: struktur diketahui, eksperimen terkendali, umpan balik lengkap & cepat
11 · Feedback loop
Semua dinamika sistem berasal dari interaksi dua jenis loop ini. Osilasi muncul dari loop negatif + delay.
12 · Hard vs Soft (Pidd)
| Hard | Soft | |
|---|---|---|
| Fokus | optimizing | learning |
| Masalah | lugas, terdefinisi | problematik, pluralistik |
| Organisasi | dianggap given | dinegosiasikan |
| Model | mewakili dunia nyata | untuk debat & wawasan |
| Luaran | produk / rekomendasi | kemajuan lewat pembelajaran |