Cheat Sheet Materi 3

TI5003 / Pemodelan dan Berpikir Sistem · Problem Formulation & SSM

1 · Hard vs Soft thinking

HardSoft
FokusOPTIMIZINGLEARNING
Masalahwell structured, terdefinisiunstructured, ‘messy’
Realitasobjektifstakeholders menafsirkan beda
Penekananfaktor teknisfaktor manusia
Luaransolusi idealpemahaman & pembelajaran
MetodeOR, System Eng., System Analysis, System DynamicsPSM: SSM Checkland, SODA Eden, Strategic Choice
Keputusanoperasionalstrategis

2 · Sifat PSM

  1. Menstrukturkan isu, bukan pemecahan masalah sempit
  2. Memfasilitasi dialog stakeholders → shared perception
  3. What dulu, baru How
  4. Resolusi dimunculkan dari stakeholders sendiri
  5. Analis = fasilitator & resource person

Urutan What: hakikat isu → tujuan (world views) → definisi sistem → perubahan desirable & feasible → (How) cara mewujudkan.

3 · Symptom, Problem, Cause

SYMPTOM apa yang tampak (pegal, lemas) PROBLEM apa yang terjadi gap dari tujuanatau standar(demam) CAUSES: mengapa terjadi (infeksi)

Problem situation = konteks agregat semua aspek: people, world views, goals, relationships, resources, processes, structures, conflicts, uncertainties, actions-reactions, controls → consequences.

4 · Siapa pemilik masalah?

Problem owner (biasanya decision maker):

  • dissatisfied dengan keadaan / punya target
  • capable of judging tujuan sudah tercapai
  • has control atas sebagian aspek situasi

Tak puas tapi tak punya kendali → bukan problem owner.

PeranInti
Ownerkendali pilihan tindakan
Usermenjalankan keputusan, tak berwenang mengubah
Customerpenerima manfaat / korban konsekuensi
Analystmenganalisis & menyusun solusi untuk disetujui owner

5 · 6 elemen masalah

SISTEM 5 Control inputs(terkendali) 6 Context(tak terkendali) 4 Performance measure(output variable) 2 Objective3 Criterion(objective function) 1 Decisionmaker
  • Decision criterion = aturan memilih (mis. minimasi biaya total, feasible)
  • Performance measure = nilai output (mis. total biaya Rp)
  • Control input = variabel keputusan (LP: jumlah produk A, B, C)
  • Context = kendala (LP: permintaan, kapasitas, harga bahan baku, regulasi)

Kasus LOD: DM = LOD Manager; control = ukuran batch & cutoff order besar/kecil; context = operasi LOD & refinery.

6 · Sistem S, M, O

Ssistem yg diminati Mmodel matematik S Osolusi lebih baik

S: sistem yang diminati · M: model matematik dari S (uji rencana & dampak perubahan input) · O: pakai M sebagai input → improved solution.

7 · Merangkum situasi

AlatInti
Mind mapvisualisasi pikiran tentang isu: aspek, tujuan, ketakutan, aksi-reaksi
Cognitive mapEden (1983) dari Kelly; persepsi subjektif 1 individu; konstruk “A … kontras” + panah arah
Rich picturekartun (Checkland); tak pernah selesai; bukan deskripsi sistem, tapi situasi problematik
  • Hard facts: struktur fisik, proses, data, statistik
  • Soft facts: opini, gosip, hubungan, kekuasaan, perceived agenda (“iklim”)
  • RPD memuat Structure (lambat berubah), Process (aliran), Concerns (thought bubble)
  • Salah: RPD dipaksa jadi flow chart / aliran material / precedence

8 · Tujuh langkah SSM

1 Situasiproblematik 2 Gambarkan(rich picture) REAL WORLD 3 Rootdefinition (CATWOE) 4 Modelkonseptual SYSTEMSTHINKING 5 Komparasimodel vs dunia nyata 6 Perubahandesirable & feasible 7 Aksiperbaiki situasi iterasi
  • SSM = proses inkuiri, learning bukan optimizing, situation-oriented
  • Inti: bandingkan dunia apa adanya dengan model dunia yang mungkin
  • Holon = keseluruhan abstrak yg dikonstruksi; SSM memakai human activity system

9 · CATWOE & root definition

CCustomer: penerima dampak transformasi
AActor: pelaku transformasi
TTransformation: input → output
WWeltanschauung: sudut pandang pemberi makna
OOwner: otoritas tertinggi, bisa meniadakan sistem
EEnvironment: dari luar, memengaruhi tapi tak dikendalikan
A system to do X by Y to achieve Z

Root definition: issue-based, primary-task based, atau campuran. Satu situasi bisa punya beberapa RD (beda tema/sudut pandang).

10 · L4 model konseptual

  1. Tulis aktivitas transformasi, kata kerja imperatif, 7 ± 2 aktivitas, skala sama
  2. Pilih yang bisa paralel
  3. Tempatkan pada garis, tunjukkan ketergantungan
  4. Susun ulang agar panah tak bersilang; tambah ukuran kinerja & lingkungan (CATWOE)
  5. Cek 9 karakteristik sistem
tujuan berkelanjutanukuran kinerjapengambilan keputusansubsistemkomponen berinteraksilingkunganbatassumber dayakontinuitas

11 · L5 – L7: kembali ke dunia nyata

Aktivitas modelAda di nyata?BagaimanaKriteriaIde ubah
1 …
  • L5: komparasi; paling umum = pertanyaan terstruktur dengan matriks (di atas)
  • L6: perubahan systemically desirable & culturally feasible; evaluasi kelayakan: CATWOE/perspektif/skala lain, analisis owner (siapa berotoritas), sistem sosial (peran, norma, nilai), politikal (kekuasaan)
  • L7: aksi; akhir satu siklus atau awal siklus baru; terkait manajemen perubahan

12 · Kapan SSM? Pro & kontra

Cocok bila tujuan tak tunggal; sudut pandang, asumsi, logika, stakeholders beda; situasi membingungkan.

  • Kritik: tak punya metode riel membangun sistem; open-ended → sukar dikelola
  • Asumsi semua orang setara → abaikan kekuasaan atasan; risiko manipulasi konsultan
  • Terlalu idealis / “niceness” (cocok akademisi, bukan manajer)
  • Pencegahan: reviewer / evaluator independen (internal atau eksternal)

Dirangkum dari slide kuliah TI5003. Cocokkan lagi dengan slide untuk detail lengkap.